“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”

Senin, 04 Oktober 2010

Birrul Walidain


Pengertian Birrul Walidain
Berbuat baik terhadap orang tua (birrul walidain) adalah memberi kebaikan atau berkhidmat kepada keduanya serta mentaati perintahnya (kecuali yang ma'siat) dan mendoa'kannya apabila keduanya telah wafat.
Ibu dan Bapak sebagai orang tua sudah selayaknya mendapatkan kebaikan dan penghormatan dari anaknya. Islam sangat perhatian mengenai masalah ini, sebagaimana sangat jelas ditegaskan dalam firman Allah yang berbunyi:
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) terhadap kedua orang tuanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah, bahkan menyusukan pula selama kurang lebih 2 tahun. Maka dari itu bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada-Ku sajalah tempat kamu kembali" (QS.31:15). Juga dapat dilihat dalam surat 4:36
Jelaslah bahwa Birrul Walidain adalah kewajiban setiap anak dalam kerangka ta'at kepada perintah Allah.

Bentuk-bentuk Birrul Walidain
Berbuat baik kepada orang tua dapat dilakukan dalam dua kesempatan:
 
Saat orang tua masih hidup:  
·Mentaati selama bukan maksiat. Hadits Rasulullah: "Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam rangka maksiat kepada Allah".  
Contoh: Kisah Sa'ad bin Abi Waqosh.  
·Bersikap rendah hati dan berbicara lemah lembut (QS.17:23)  
·Memohonkan ampunan baginya kepada Allah (mendoa'kan) (QS.17:24)  
·Membantu dengan harta  
·Memintakan restunya terlebih dahulu atas perbuatan penting yang akn dilakukan.  
Hadits Rasulullah: "Ridho Allah ada dalam Ridho orang tua, Murka Allah juga ada dalam Murkanya orang tua".  
 
Saat orang tua telah wafat:  
·Menyelenggarakan pengurusan jenazahnya seperti: memandikannya, mengkafaninya, menshalatkannya dan menguburkannya,dsb.  
·Senantiasa berdo'a untuk memohonkan ampun atas segala dosanya.  
·Memenuhi segala janjinya semasa hidup yang belum terlaksana seperti: wasiat, hutang piutang, dll.  
·Menghormati teman dan sahabat orang tua semasa keduanya masih hidup.  
Rasulullah Muhammad S.A.W bersabda :  
" Seorang laki-laki dari golongan Anshar mendatangi Rasulullah , lalu bertanya : 'Apakah yang tinggal bagiku untuk dapat berbuat kebaikan terhadap Ibu-Bapakku setelah mereka meninggal ya Rasulullah ? Rasul menjawab : 'Ada 4 macam yang dapat anda lakukan : menshalatkannya, memohonkan ampun segala dosanya, memenuhi janjinya dan juga menghormati teman dan sahabatnya. (HR. Muslim)  
Dari kisah-kisah yang telah lalu banyak peristiwa yang dapat dijadikan tauladan atau i'tibar tentang bagaimana orang-orang yang baik terhadap orang tuanya dan bagaimana pula sebaliknya orang yang durhaka. Tauladan yang baik misalnya kisah-kisah nabi Ibrahim, nabi Ismail, dll. Sebaliknya bagaimana pula akibat buruk yang ditimpakan kepada anak yang durhaka , seperti Abdullah bin Salam, dll.  

Selasa, 14 September 2010

Sepuluh Risalah Pemuda Islam

Tak dapat disangkal lagi bahwa eksistensi pemuda Islam dalam kehidupan amat penting, karena merekalah yang memiliki potensi untuk mewarnai perjalanan sejarah umat manusia pada umumnya.Semua ideologi yang berorientasi pada strategi revolusi, menganggap pemuda sebagai tenaga paling revolusioner karena secara psikologis manusia mencapai puncak hamasah (gelora semgangat) dan quwwatul jasad (kekuatan fisik) pada usia muda.Hal tersebut menumbuhkan semangat pergerakan, perubahan, bukan stagnasi ataupun status quo.Dalam setiap kurun waktu, kemarin, kini dan esok, pemuda senantiasa berdiri di garis terdepan.Baik sebagai pembela kebenaran yang gigih ataupun sebagai pembela kebatilan yang canggih.
Di dalam al-Qur'an peran pemuda diungkapkan dalam kisah Ashabul Kahfi [18:19-22], kisah pemuda Ibrahim [21:60,69 dan 2:258] dan pemuda yang dibunuh oleh Ashabul Uhdud [lihat tafsir Ibnu Katsir QS. Al-Buruuj] dan para Assabiqunal Awwalun pada umumnya berusia muda.
Pentingnya memanfaatkan masa muda digambarkan dalam hadits Rasulullah SAW sbb:"Manfaatkanlah yang lima sebelum datang yang lima: masa mudamu sebelum datang masa tuamu; masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu; masa kayamu sebelum datang masa miskinmu; masa hidupmu sebelum datang masa matimu; masa luangmu sebelum datang masa sibukmu." [HR. al-Baihaqi]
Bagaimana potensi pemuda itu dapat dikembangkan dalam bingkai Islam? Setidaknya mereka dituntut melaksanakan sepuluh risalahnya:

1. Memahami Islam
Mustahil pemuda dapat memuliakan Islam kalau mereka sendiri tidak memahami Islam [35:28, 58:11].
"Siapa yang dikehendaki Allah akan mendapat kebaikan, maka dipandaikan dalam agama." [HR. Bukhari-Muslim]
"Dunia ini terkutuk dan segala isinya terkutuk kecuali dzikrullah dan yang serupa itu dan orang alim dan penuntut ilmu." [HR.At-Tirmizi]

2. Mengimani segenap ajaran Islam

Iman kepada Allah dan Rasul-Nya pada hakikatnya merupakan sebuah sikap mental patuh dan tunduk [23:51].Tunduk patuh berlandaskan cinta kepada-Nya [2:165] dan ittiba' (mengikuti) Rasul-Nya [3:31, 53-3-4].

3. Mengamalkan dan mendakwahkan Islam
Ciri orang yang tidak mengalami kerugian (khusrin) dalam hidup adalah senantiasa mengamalkan dan mendakwahkan Islam [103:1-3; 41:33; 3:110; 9:71; 5:78-79].
"Barangsiapa menyeru kepada kebaikan maka ia akan memperoleh pahala sepadan dengan orang yang mengerjakannya." [HR.Muslim]

4. Berjihad di jalan Islam
Jihad adalah salah satu hal yang diwajibkan Allah kepada kaum muslimin.Said Hawa membagi jihad menjadi lima macam:

· Jihad lisaani, menyampaikan dakwah Islam kepada orang-orang kafir, munafik dan fasiq yang disertai dengan hujjah (argumentasi) yang dicontohkan oleh Nabi SAW [5:62].

· Jihad maali atau jihad dengan harta [49:15; 9:111].Jihad dengan harta merupakan bagian vital bagi jihad yang lainnya, karena dakwah memerlukan sarana dan prasarana.

· Jihad bilyad wan nafs atau jihad dengan tangan /kekuasaan dan jiwa [22:39, 2:190, 8:39, 9:36].Termasuk dalam jihad ini adalah menentang orang kafir, usaha mempertahankan diri terhadap serangan mereka, berusaha mengusir mereka dari bumi Islam, memerangi kaum murtad dalam negeri Islam, melawan pemberontak atau pembangkang atas negara Islam.

· Jihad siyaasi atau jihad politik.

· Jihad tarbawi/ta'limi, yakni bersungguh-sungguh mengajarkan, menyampaikan ilmu dan mendidik orang-orang yang ingin memahami Islam [3:79].




5. Sabar dan istiqomah di atas jalan Islam
[21:83-85, 38:41-44, 37:100-107, 21:68-69, 71:5-9].
Keimanan harus dilanjutkan dengan kesabaran dan istiqomah."Keyakinan dalam iman haruslah secara bulat dan kesabaran itu setengah dari iman." [HR. Abu Nu'aim].

6. Mempersaudarakan manusia dalam ikatan Islam
Pemuda seharusnya berperan dalam menjalin ukhuwah Islamiyah sesama muslim [8:63, 59:9]. "Setiap mukmin yang satu bagi mukmin lainnya bagaikan suatu bangunan, antara satu dengan yang lain saling mengokohkan." [Al-Hadits]

7. Menggerakkan dan mengarahkan potensi umat Islam
Potensi umat Islam perlu diarahkan ke dalam amal jama'i secara efektif dan efisien [3:146]

8. Optimis terhadap masa depan Islam
Pemuda Islam tak boleh memiliki jiwa pesimis.Sebaliknya harus optimis akan hasil perjuangan dan pertolongan serta balasan dari Allah SWT.Hanya orang kafirlah yang memiliki sifat pesimis [12:87, 15:56].

9. Introspeksi diri (muhasabah) terhadap segala aktifitas yang telah dilakukan
Introspeksi dan evaluasi dimaksudkan agar pemuda tidak mengulang kesalahan yang sama di hari mendatang, tidak terjebak dengan permasalahan yang sama dan mampu memperbaiki diri ke arah yang lebih baik [13:11].
"Seorang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersiap dengan amal sebagai bekal untuk mati." [HR.At-Tirmizi].

10. Ikhlas dalam segenap pengabdian di jalan Islam
Memurnikan niat karena Allah dalam ibadah dan jihad merupakan masalah fundamental agar amal itu diterima sekaligus sukses.
"Sesungguhnya Allah menolong umat ini hanya karena orang-orang yang lemah di antara mereka yaitu dengan dakwah, shalat dan ikhlas mereka." [HR. An-Nasai dari Sa'ad bin Abi Waqash]

Islam sebagai Sistem Hidup


Karakteristik Ajaran Islam

Islam sebagai dien (sistem hidup) memiliki ciri-ciri :

1. Robbaniyah

itinjau dari segi bahasa, Robbaniyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah SWT. Sedangkan rabbani ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaran-Nya. (QS. 3:79).

Yang dimaksud dengan robbaniyyah mencakup 2 aspek robbaniyyah ghayah dan mashdar.

a. Rabbaniyyah Ghoyah (tujuan dan sasaran)



Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS. 51:56) dan untuk mencapai ridho-Nya. Tujuan ini pun akhirnya merupakan tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS. 53:42, 84:6).

Dampak rabbaniyyah tujuan pada manusia :



(1) Mengetahui tujuan dan keberadaan manusia

(2) Mendapat petunjuk menuju fitrah

(3) Keselamatan dari perpecahan dan pergolakkan

(4) Membebaskan manusia dari penghambaaan pada egoisme dan syahwat.






b. Rabbaniyyah Masdar (sumber hukum)



Maksudnya manhaj /metode yang telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj Robbani yang murni, yaitu yang bersumber pada wahyu Allah, kepada Rasulullah SAW (Al-Qur an). Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hambaNya (QS. 4:174, 10:57).

Adapun Rasulullah Muhammad SAW adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintah-Nya yang masih samar bagi manusia [42:52-53]

Dampak Rabbaniyyah mashdar:



(1) Terlepas dari pertentangan dan sikap ekstrim [4:82]

(2) Terlepas dari keberpihakan dan hawa nafsu

(3) Terhormat dan mudah diyakini

(4) Terbebas dari penghambaan sesama manusia.





2. Insaniyah (kemanusiaan)
· Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan sunnah Rasul-Nya mencurahkan sebagian besar kepeduliannya pada sisi kemanusiaan.Islam mengakui manusia dengan pengakuan yang menyeluruh. Aspek-aspek manusia seperti akal, jasad dan ruhani diberikan peluang untuk melaksanakan peran, fungsi dan karakteristiknya tanpa harus cenderung pada aspek tertentu saja.Di samping itu ibadah-ibadah yang disyari'atkan oleh Islam mengandung dimensi kemanusiaan, misalnya shalat, zakat dan haji.Kesimpulannya, Islam adalah din yang sesuai dengan karakter manusia, ditujukan untuk kepentingan dan kesejahteraan manusia sendiri.
· Buah insaniyah dalam Islam:



(1) Persaudaraan manusia (ukhuwah)

(2) Persamaan manusia (emansipasi)




3. Syumul (universal)


Artinya Islam meliputi semua zaman, kehidupan dan eksistensi manusia.Jangkauan keuniversalan dalam risalah Islam ini diungkapkan oleh Hasan al-Banna: "Islam adalah risalah yang panjang terbentang sehingga meliputi semua abad sepanjang zaman, terhampar luas sehingga meliputi semua cakrawala umat dan begitu mendalam (mendetail) sehingga memuat urusan-urusan dunia dan akhirat". Dan di dalam Risalah Ta'lim-nya, yang dimaksud dengan Islam universal yaitu: "Islam adalah sebuah sistem yang universal (komprehensif, total dan integral). Mencakup berbagai aspek hidup dan kehidupan.Islam adalah negara dan tanah air, pemerintahan dan umat, akhlak dan kekuatan, serta kasih sayang dan keadilan.Islam adalah kebudayaan dan perundang-undangan, ilmu dan hukum, materi dan harta benda, serta usaha dan kekayaan. Dan Islam juga adalah jihad dan dakwah, militer dan ideologi serta aqidah yang murni dan ibadah yang benar sekaligus."




a. Risalah semua zaman



Islam adalah risalah untuk semua zaman dan generasi, bukan risalah yang terbatas oleh masa atau generasi tertentu.Secara substansial (dasar-dasar aqidah dan moralnya), Islam merupakan risalah setiap nabi yang diutus dan misi setiap kitab suci yang diturunkan.Maka semua nabi diutus dengan membawa risalah (misi) Islam, menyerukan tauhid dan menjauhi taghut [21:25, 16:36, 10:72, 2:128,132].



b. Risalah bagi seluruh alam semesta



Islam tidak terbatas pada bangsa maupun status sosial tertentu, yang merupakan petunjuk Rabb manusia bagi segenap manusia, rahmat bagi sekalian hamba-Nya [21:107, 24:1, 38:87].




4. Al-Wastthiyyah / Tawazun (moderat atau pertengahan)
· Islam berada dalam keseimbangan di antara dua jalan atau dua arah yang saling bertentangan.Islam memberikan haknya secara adil terhadap aspek-aspek kehidupan seperti ruhiyah (spiritualisme), maddiyyah (materialisme), fardiyah (individu), jama'iyyah (kolektif), tsabat (konsisten) dan taghayyur (perubahan) dan tidak berada dalam poros yang ekstrim [55:7-8].



5. Al-Waqi'iyyah (kontekstual)
· Allah menjamin Islam sebagai ajaran yang sesuai dengan kondisi manusia di manapun, kapanpun dan bagi segala jenis manusia.Islam senantiasa menjaga dan memelihara realita (aktual) di setiap aspek yang didakwahkan pada manusia, mulai aspek aqidah, ibadah, akhlak dan syari'at.



6. Al-Wudhuh (jelas)
· Yang dimaksud adalah jelas dalam hal:



a. Dasar-dasar Islam (aqidah, moral, syari'at Islam)

b. Sumber-sumber hukumnya

c. Sasaran dan tujuan




Pentingnya memahami Islam secara kaffah. [2:208]
1. Agar umat Islam tidak terjebak ke dalam propaganda, program serta langkah-langkah syaitan.Sebab syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
2. Ajaran Islam sendiri bersifat universal dan menolak parsialisasi hukum dan ajarannya.Aspek dalam kehidupan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.Kehidupan tidak akan harmonis apabila Islam dilaksanakan secara parsial.



REFERENSI
· Materi Mentoring Islamic Study 1994-/1995
· Panduan Aktivis Harokah, Pustaka Al-Ummah, Jakarta
· Dr.Yusuf Al-Qaradhawi, Karakteristik Islam: Kajian Analitik, Risalah Gusti

HIDUP SESUDAH MATI

Eh, gimana ya rasanya kalau kita mengalami yang namanya mati? Ade-ade pernah ta'ziah orang yang sudah meninggal, kan? Pernah nganterin orang yang ke kuburan ya? Apa yang akan kita hadapi setelah meninggal? Ya udah, dengerin yaa… Kakak mau ceritain tentang apa sih akhirat, yang namanya syurga, neraka, dan yang lainnya.
Orang Islam sering disebut aneh sebab kita disuruh oleh Rasulullah agar mengingat tentang akhirat atau yang namanya mati. Perhatikan hadits berikut :
"Berkata Ibnu Umar ra: pada suatu hari aku datang menjumpai Rasulullah saw sedang berada di tengah-tengah para sahabatnya yang terkemuka. Tiba-tiba salah seorang sahabat dari Anshor berdiri dan bertanya kepada Rasulullah saw: Ya, Nabi Allah, siapakah manusia yang pintar dan siapa pula yang paling cerdas otaknya? Rasulullah lalu menjawab: yang paling cerdas dan yang paling pintar ialah orang yang paling banyak mengingat mati dan yang paling banyak sedia bekal untuk menghadapi maut."
Lalu apa gunanya kita mengingat akhirat atau tentang kematian? Kita akan lebih giat dan lebih taat menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah sebab mati berarti menghadap Allah. Dengan mengingat kematian maka kita akan mengingat apa yang terjadi di akhirat nanti.
Orang yang mengingat kematian akan selalu tenang, hormat, dan sopan terhadap setiap orang. Kita akan menghindari berbohong dan perkataan dusta karena sanksi yang akan kita dapat di akhirat nanti. Apa yang kita rasakan menjelang kematian kita dinyatakan dalam surat Al-Waqiah ayat 89-90 sebagai berikut.
"Adapun bila yang meninggal itu adalah orang-orang yang mendekatkan diri (kepada Allah). Maka (kematian baginya) adalah lega, semerbak dan nikmat sekali"
Tegas sekali ayat tersebut menerangkan keindahan bagi manusia yang mendekatkan diri kepada Tuhan. Sekalipun matinya dengan mata pedang, peluru senapan di atas tiang gantungan, atau di Lubang Buaya sekalipun, baginya mati itu tetap lega, semerbak dan nikmat sekali.
Sebaliknya bagi orang yang berdosa, semua dosa dan kesalahannya akan teringat dan terbayang kembali ketika mereka menghadapi sakaratul maut. Inilah yang menyebabkan penderitaan mereka berlipat ganda.

Alam Barzah
Setelah kita meninggal, maka kita akan masul alam barzah. Di alam tersebut terdapat tingkatan-tingkatan (menurut Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah), yaitu :
1. Ada yang menempati tempat tertinggi, yaitu ruhnya para Rasul dan Nabi. Di sini terdapat tingkatan yang berbeda pula.
2. Ada ruh yang diumpamakan burung-burung yang berterbangan di dalam syurga, yaitu ruh para syuhada.
3. Ruh orang yang diumpamakan tertahan di pintu syurga, seperti juga para syuhada tetapi mereka tertahan dikarenakan mereka mempunyai hutang.
4. Ada ruh yang tertahan di kuburan masing-masing, ini diterangkan dalam sebuah hadits tentang pencurian terhadap harta perang yang belum dibagikan. Pencuri itu lalu masuk ke medan perang dan syahid. Mendengar itu banyak orang yang berkata : "Berbahagialah Ahlul Jannah". Mendengar itu Rasulullah berkata: "Demi Allah yang memegang ruhku, sesungguhnya harta rampasan yang dicurinya akan menyala menjadi api yang membakan tubuhnya di kuburnya".
5. Ruh yang berkedudukan di pintu syurga sebagai yang diterangkan oleh Ibnu Abbas: "Para syuhada bertempat tinggal di pinggir pintu syurga dalam sebuah rumah yang mempunyai qubbah yang hijau, dan mendapatkan rezeki pagi dan sore. Kecuali Ja'far bin Abi Thalib yang tangannya diganti oleh 2 sayap".
6. Ada ruh yang tertahan dipermukaan bumi tidak dapat naik ke tempat yang lebih tinggi.
7. Dan yang terakhir adalah ruh yang tempatnya adalah lubang panas dan disiksa di sana hingga akhir kiamat.
Itulah ade-ade keadaan tentang alam kubur salah satu dari alam akhirat yang akan kita lalui. Janganlah kita sampai pada tempat yang Allah tidak meridhoi akan tempat tersebut dan tersiksa di alam kubur tersebut. Lalu bagaimanakah tentang keadaan syurga dan neraka yang ada di alam akhir tersebut?

Syurga
Tempatnya, surat An-Najm ayat 13-15, Sesungguhnya ia (Muhammad) telah melihat Jibril sekali lagi. Yaitu di Sidratul Munthaha, dan di dekatnya ada syurga tempat kembali"
Luasnya syurga, surat Al-A'raaf ayat 133, "Bersegeralah engkau pada ampunan Allah dan syurga yang luasnya seluruh langit dan bumi."
Dalam surat Al-Hadid ayat 21, "Berlombalah dalam ampunan Allah dan syurga yang luasnya seperti luas langit dan bumi, disediakan bagi orang yang beriman dengan Allah dan rasul-Nya. Demikian karunia Allah, diberikan kepada siapa saja yang Ia kehendaki, sedangkan Allah mempunyai karunia yang besar."
Tingkatan dalam syurga, syurga itu tingkatannya sampai 100 tingkatan, dan tiap tingkat berbeda dengan perbedaan yang besar sekali dengan tingkatan yang lain (Dari hadits Rasullah, HR Bukhari & Muslim). Dalam hadist lain dikatakan "Bila kamu meminta do`a, berdo`alah syurga Firdaus karena ia merupakan syurga yang tertinggi, sedang di atas syurga Firdaus adalah Arsy Rahman, di mana sumber 4 sungai yang mengalir di dalam syurga."
Pintu-pintu Syurga, sabda Rasulullah: "Di syurga terdapat 8 pintu dan salah satunya adalah bernama Ar-Rayyan yang hanya boleh dimasuki oleh orang-orang yang melakukan ibadah puasa."
Jalan ke Syurga, berkata Ibnu Mas'ud: "Pada suatu hari Rasulullah saw membuat garis lurus di atas pasir, lalu berkata: Inilah jalan Allah yang lurus. Kemudian beliau membuat garis-garis yang simpangsiur ke kanan dan ke kiri, ke utara dan ke selatan. Inilah jalan-jalan setan. Setiap garis itu setan menyeru. Dan sesungguhnya ialah jalanku yang lurus, maka ikutilah oleh kamu akan dia, janganlah engkau mengikuti jalan yang bersimpang siur itu yang akan memisahkan kamu dari jalan-Nya. Demikian Allah memerintahkan kepadamu, mudah-mudahan kamu diberkati."
Apa yang diberitakan dalam Al-Qur'an maupun hadits tentang syurga begitu indah. Dalam syurga terdapat sungai dari susu, madu dan lainnya. Dalam syurga begitu harum, semua di dalam syurga tidak pernah terlintas dalam pikiran kita, terdengar oleh telinga, dan terlihat oleh mata kita. Dan nikmat terbesar di dalam syurga adalah bertemu dengan Allah di syurga kelak. Itulah keadaan syurga. Ya itulah ade-ade keadaan dalam kubur dan di dalam syurga.

Neraka
Bagaimana tentang neraka, dalam surat Al-Furqaan ayat 11-15 disebutkan:
"Bahkan mereka dustakan akan hari kiamat itu. Dan Kami sediakan api yang menyala-nyala bagi siapa yang mendustakan hari kiamat itu. Apabila neraka itu mereka lihat dari jauh maka mereka akan mendengar suara murkanya. Dan bila mereka dicampakkan ke tempat yang sempit dari neraka dalam keadaan terbelenggu…"
Dalam surat Al-Baqatah ayat 24 dikatakan: "…Maka takutlah kamu akan neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu, disediakan untuk orang-orang kafir…"
Keadaan syurga yang sangat berbada dengan apa yang ada di neraka. Begitu besar siksa atau azab yang Allah turunkan di dalam neraka, karena itulah janganlah kalian melakukan perbuatan yang dapat membuat kita jatuh ke dalam neraka. Tetaplah selalu melakukan kebaikan karena kebaikan itu mendatangkan ganjaran dari Allah SWT.
Siapa yang ingin masuk syurga? Tentunya semua ya!! Maka kita dianjurkan berdo'a oleh Rasulullah saw, "Ya Allah, berilah kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari azab neraka." Tentunya kalian sudah hafal do'a ini!!


BAGAIMANA MENJADI SEORANG MUSLIM


Kalau kita seorang muslim lalu apa sih yang kita lakukan, adik-adik tahu ngga apa yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim? Ayo jawab!!
Dari Umar r.a. telah berkata : "Ketika kami sedang duduk dengan Rasulullah saw pada suatu hari maka dengan tiba-tiba terlihat oleh kami seorang laki-laki yang memakai pakaian yang sangat putih berambut sangat hitam. Tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan dan tidak ada dari kami yang mengenalnya. Lalu dia duduk di hadapan Rasulullah. Lalu ia menyandarkan lututnya dengan lutut Rasulullah dan meletakkan tangannya pada paha Nabi, kemudian ia berkata : "Hai Muhammad, jelaskanlah tentang Islam".
Maka Rasulullah menjawab : "Islam adalah keharusan bagi engkau menyaksikan bahwasanya tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Hendaklah engkau mendirikan shalat, dan mengeluarkan zakat, dan hendaklah engkau berpuasa bulan Ramadhan, dan hendaklah engkau mengerjakan haji ke Baitullah, jika engkau kuasa menjalaninya." Orang itu berkata : "Engkau benar." Maka kami heran, ia yang bertanya dan ia yang membenarkan. Lalu ia berkata kembali : "Tolonglah jelaskan tentang Iman." Jawab Rasulullah : "Hendaklah engkau beriman kepada Allah, kepada Malaikat-Nya, kepada kitab-kitab-Nya, kepada utusan-utusan-Nya, kepada hari akhir, dan hendaklah engkau beriman terhadap Qadha dan Qadar yang baik maupun yang buruk." Orang itu berkata : "Engkau benar……" Orang itu pergi. Aku diam sejenak. Kemudian Rasulullah berkata : "Wahai Umar, tahukah engkau siapa yang bertanya tadi?" Jawabku : "Allah dan Rasulullah yang lebih tahu." Kata Nabi : "Dia itu adalah Jibril datang kepadamu untuk mengajar tentang agamamu." Diriwayatkan oleh Imam Muslim.
Dari Abu Abillah bin Umar bin Khattab telah berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda, Dibangun Islam itu atas lima perkara:
(1) Mengetahui bahwa tiada tuhan selain Allah
(2) Mendirikan shalat
(3) Mengeluarkan zakat
(4) Mengerjakan haji ke Baitullah
(5) Dan puasa pada bulan Ramadhan
Jadi kalau adik-adik mendengar cerita kakak tentang hadits di atas maka kita sebagai seorang muslim wajib mengamalkan rukun Islam dan beriman tentang rukun Islam. Kita haruslah beriman dengan sungguh-sungguh, artinya kita haruslah meyakini dalam hati, meyakini dalam perbuatan yang kita lakukan, dan dalam perkataan yang kita lakukan.
Selain itu, adik-adik sebagai seorang muslim haruslah mempunyai akhlak yang terpuji seperti oleh sebuah hadits: Apakah akhlak Rasul itu, maka dijawab oleh Aisyah: "Akhlak Rasulullah itu seperti Al-Qur'an." Itulah akhlak seorang Rasulullah dan kita sebagai seorang muslim haruslah meniru apa yang Rasulullah wajibkan dan sunnahkan pada kita. Benarkan adik-adik?
Sebagai seorang muslim juga kita harus memiliki keikhlasan sehingga apa yang kita lakukan itu ada gunanya di sisi Allah swt. Rasulullah bersabda, "Setiap amal perbuatan itu tergantung niatnya. Maka barangsiapa yang berniat karena Allah dan Rasul maka ia akan mendapatkannya dan barangsiapa yang berniat karena dunia maka ia akan mendapatkannya pula." Maka Allah adalah tujuan kita, Rasulullah adalah uswah dan qudwah kita, dan Al-Qur'an adalah pedoman hidup kita.
Menurut Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin, macam-macam akhlak yang harus menghiasi seorang muslim antara lain:

1) Sabar

2) Shiddiq

3) Zuhud tawakal mencintai Allah

4) Rasa takut dan harap

5) Taqwa dan wara

6) Syukur dan ridla


7) Taubat terus-menerus.


 
Powered by Blogger